Ketua DPP Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet)
menilai sosok Jusuf Kalla dan Airlangga Hartarto sama-sama bisa memberi efek
elektoral bagi partainya di Pemilu 2019 jika dipilih oleh Jokowi sebagai
cawapres.
"Jokowi jika satu paket dengan tokoh dengan Golkar, partainya pasti akan terbawa efek elektoralnya," kata Bambang, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).
"Jokowi jika satu paket dengan tokoh dengan Golkar, partainya pasti akan terbawa efek elektoralnya," kata Bambang, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).
karena itu, kata Bambang, partainya tidak dalam
posisi memilih salah satu di antara keduanya untuk diusulkan kepada Jokowi.
Sebaliknya, menurutnya, Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada mantan Wali Kota
Solo tersebut untuk menentukan sendiri cawapresnya.
"Kami tidak pernah punya opini lain
kecuali menyerahkan kepada Pak Jokowi untuk memilih dari Golkar apakah Pak
Airlangga atau Pak JK," kata Bamsoet.
Proses uji materi Undang-Undang Pemilu Nomor 7
tahun 2017 ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh penggemar JK, kata Bambang, juga
tidak akan mempengaruhi pendirian Golkar tersebut.
"Bahwa dari Golkar ada sebuah nama, apakah
Pak JK atau Pak Airlangga, itu kami serahkan kepada Pak Jokowi untuk
memutuskan," kata Bamsoet.
Daripada Airlangga, elektabilitas JK lebih
tinggi sebagai cawapres Jokowi di Pilpres 2019. Hasil survei Populli Centre
pada Februari lalu menempatkan JK di urutan teratas kandidat cawapres dengan
elektabilitas 15,3 persen.
Sementara, survei Poltracking di bulan yang sama menyatakan elektabilitas Airlangga belum mencapai 1 persen.
Akan tetapi JK belum dapat dipastikan maju sebagai cawapres karena terhambat Pasal 169 huruf n dan Pasal 227 huruf i Undang-Undang Pemilu yang menyatakan seseorang tidak dapat mencalonkan diri dalam jabatan yang sama selama dua kali.
Sementara, survei Poltracking di bulan yang sama menyatakan elektabilitas Airlangga belum mencapai 1 persen.
Akan tetapi JK belum dapat dipastikan maju sebagai cawapres karena terhambat Pasal 169 huruf n dan Pasal 227 huruf i Undang-Undang Pemilu yang menyatakan seseorang tidak dapat mencalonkan diri dalam jabatan yang sama selama dua kali.
Selain itu, JK telah menyatakan diri secara
terbuka ingin beristirahat dari karier politik karena faktor usia.
Sementara, Airlangga telah mendapatkan sinyal dari Ketua Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakrie dan telah mendapatkan dukungan dari sejumlah pengurus teras DPP Golkar meskipun baru secara tersirat.
Sementara, Airlangga telah mendapatkan sinyal dari Ketua Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakrie dan telah mendapatkan dukungan dari sejumlah pengurus teras DPP Golkar meskipun baru secara tersirat.

No comments:
Post a Comment