Pelaksanaan Ujian Sekolah
Berbasis Nasional ( USBN) di SDN 30 Passalisiang, Kabupaten Pangkep,
Sulawesi Selatan ini hanya diikuti 2 peserta. Mereka adalah Fardi dan Ainun,
warga Kampung Bulu-bulu, Kelurahan Boriappaka. Sejak kelas 1 hingga sekarang ujian
kelas 6, hanya dua murid itulah yang terdaftar di sekolah tersebut.
Sementara secara keseluruhan,
siswa di sekolah yang berada di area pelosok pesisir ini hanya berjumlah 17
siswa. Meski hanya berdua, keduanya tetap fokus menjawab soal bahasa Indonesia
yang diujikan pada hari pertama USBN. Mereka diawasi 2 petugas dari sekolah
lain. Kepala SDN 30 Passalisiang, Mardiana Rahman mengatakan, sulitnya akses
jalan membuat warga enggan sekolah di sana. Warga lebih memilih meninggalkan
daerah yang hingga kini belum menikmati penerangan tersebut. “Mungkin
karena akses yang sulit dijangkau, khususnya saat musim hujan. Serta listrik
yang belum masuk di daerah ini memebuat warga lebih memilih pindah hingga
berimbas berkurangnya jumlah siswa di sekolah ini,” tutur Mardiana. Sebenarnya,
jarak sekolahnya ke pabrik pengantongan dan pelabuhan semen terbesar di
Indonesia hanya 4 kilometer. Namun sekolah tersebut belum bisa dikatakan layak.
Sebab dindingnya pun masih terbuat dari papan.

No comments:
Post a Comment