Harianpati.com---Sarana dan prasarana mudik Lebaran 2018 melalui
jalur Pantai Utara (Pantura) belum siap 100 persen. Dua minggu menjelang mudik
Lebaran 2018, sejumlah jalan yang menjadi jalur mudik masih belum selesai
diperbaiki.
Arie Setiadi M, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan untuk Jembatan Kali Kuto pembangunan belum juga bisa diselesaikan karena masalah konstruksi. Konstruksi jembatan tersebut rumit dan memerlukan kehati-hatian, sehingga membutuhkan waktu pembangunan yang lebih lama.
Sementara itu, untuk Jembatan Kali Kuto, Arie berharap bisa selesai dan mulai dilalui H-3 Lebaran. "Ditargetkan bisa dilalui H-3, tapi saat mudik belum dibuka, kendaraan akan dikeluarkan ke Simpang Susun Gringsing menuju jalur nasional sepanjang satu kilometer dan masuk ke ruas tol lagi," katanya, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (25/5).
Pertama, Jembatan Cincin Lama yang runtuh pada 17
April 2018 lalu. Tiga minggu menjelang lebaran, perbaikan jembatan tersebut
baru mencapai 76 persen.
Kedua, pembangunan Jembatan Kali Kuto yang berada di
Tol Batang Semarang. Walaupun Tol Batang- Semarang akan difungsionalkan untuk
jalur mudik lebaran, sampai saat ini pembangunan jembatan tersebut baru
mencapai 70 persen.
Arie Setiadi M, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan untuk Jembatan Kali Kuto pembangunan belum juga bisa diselesaikan karena masalah konstruksi. Konstruksi jembatan tersebut rumit dan memerlukan kehati-hatian, sehingga membutuhkan waktu pembangunan yang lebih lama.
Meskipun masih mengalami kendala, Arie yakin perbaikan dan
pembangunan di jalur mudik tersebut bisa tuntas sebelum lebaran. Untuk Jembatan
Cincin Lama, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan bisa dioperasikan
H-10 Lebaran, sehingga arus mudik di Jalur Pantura Ruas Lamongan-Tuban bisa
berjalan lancar.
Sementara itu, untuk Jembatan Kali Kuto, Arie berharap bisa selesai dan mulai dilalui H-3 Lebaran. "Ditargetkan bisa dilalui H-3, tapi saat mudik belum dibuka, kendaraan akan dikeluarkan ke Simpang Susun Gringsing menuju jalur nasional sepanjang satu kilometer dan masuk ke ruas tol lagi," katanya, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (25/5).
Arie mengatakan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas
yang terjadi akibat pembangunan jembatan tersebut, pihaknya akan bekerja sama
dengan Korlantas Polri.
"Kerja sama juga akan dilakukan di tol fungsional yang masih ada lintasan sebidang dengan jalan lingkungan yang memerlukan penjagaan. Agar tidak terjadi kecelakaan Korlantas akan melakukan pengaturan," tandasnya.
"Kerja sama juga akan dilakukan di tol fungsional yang masih ada lintasan sebidang dengan jalan lingkungan yang memerlukan penjagaan. Agar tidak terjadi kecelakaan Korlantas akan melakukan pengaturan," tandasnya.

No comments:
Post a Comment