Harianpati.com--Sekelompok pemuda di Mamasa,
Sulawesi Barat, terobsesi mengembangkan tanaman anggrek, termasuk jenis anggrek
langka yang diincar para kolektor anggrek nasional maupun dunia. Berkat
ketekunannya merawat anggrek sejak lebih dari dua tahun terakhir, Andre dan
kawan-kawannya di Desa Tondok Bakaru, Mamasa, telah mengoleksi sekitar 300
jenis tanaman anggrek cantik yang memanfaatkan area pekarangan rumahnya. Hobi
menanam anggrek ini tidak hanya memuaskan batin sang pemilik, namun juga
mendatangkan keuntungan ekonomi yang menggiurkan. Dengan menjualnya lewat
online atau ditawarkan secara konvensonal, Komunitas Tondok Bakaru Orchid (KTO)
Mamasa mampu meraup untung puluhan juta per bulan atau mencapai ratusan juta
pertahunnya. Andre, yang menjelaskan, mulanya mereka terobsesi membudidayakan
tanaman anggrek yang melimpah karena melihat peluang hutan Mamasa yang
mengoleksi beragam jenis tanaman anggrek cantik, termasuk anggrek langka yang
menjadi incaran para kolektor anggrek nasional dan dunia. Tak ada kebun yang
luas, tak membuat mereka kehilangan cara mewujudkan impiannya memiliki tempat
penangkaran tanaman anggrek. Area halaman rumahnya yang luas pun disulap jadi
green house. Dengan
memanfaatkan media tanam yang tersedia secara alamiah di hutan, komunitas KTO
mampu menghasilkan aneka jenis tanaman anggrek cantik dengan biaya yang relatif
murah. Lecut Semangat Keberhasilan komunitas KTO mengembangkan anggrek
yang mendatangkan keuntungan lumayan telah melecut semangat pemuda lainnya
untuk mengembangkan tanaman sejenis untuk diperjual belikan. Dampak sosial
ekonomi dari kegiatan positif Andre dan kawan-kawan ini telah menginspirasi
banyak warga di Mamasa. Mereka kini mengembangkan tanaman anggrek tidak hanya sebagai
hiasan cantik di taman atau pekarangan rumah, tapi juga tanaman anggrek cantik
ini dijual warga dengan harga Jutaan rupiah. Menurut Andre meski baru dua tahun
lebih menekuni profesinya, namun omset penjualannya dalam setahun mampu meraup
keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Sistem penjualan tanaman anggrek ke
pelanggan dilakukan bertatap muka atau memesan secara online. Komunitas KTO
menjaring kolektor anggrek melalui situsnya mamasaorchid.com atau lewat media
sosial Facebook: Komunitas Pencinta Anggrek Mamasa. Baca juga: Ada Ratusan
Anggrek di Kebun Raya Bogor, Ini yang Paling Istimewa “Kami sudah mengoeksi
sekitar 300 jenis anggrek berbagai species. Termasuk anggrek langka yang banyak
diburu kolektor anggrek nasional bahkan dunia,” jelas Andre. Menurut Andre,
hutan di Mamasa kaya akan berbagai tanaman berbagai jenis anggrek yang bisa
jadi indukan, namun hingga saat ini belum banyak dicari dan dikembangkan secara
maksimal. Ia menjelaskan, agar tanaman anggrek di hutan Mamasa tidak punah, ia
bersama komunitasnya mulai membudidayakan berbagai spesies tanaman anggrek
cantik di sentra pengembangan Anggrek miliknya. Agar tidak melanggar ketentuan aturan
tentang pembudidayaan tanaman anggrek, KTO saat ini sedang mengurus berbagai
kelengkapan administrasi dari Notaris dan berkas-berkas lainnya.

No comments:
Post a Comment