Sebuah pertemuan
bilateral bersejarah baru saja terjadi. Pertemuan tersebut melibatkan dua
petinggi dari dua negara dengan kekuatan nuklir dunia, yaitu, Amerika Serikat
dan Korea Utara.
Seperti diketahui
bersama kedua negara tersebut telah secara turun menurun dan dalam waktu yang
panjang sejak perang Korea, berseteru. Point pertentangan tentu saja soal
ideologi, perseteruan ideologi ini belakangan menegang, saat petinggi kedua
negara sempat saling mengultimatum akan
saling serbu.
Namun untungnya
ketegangan tersebut tampaknya menemui titik temu. Setelah terjadinya pertemuan
yang berlokasi di Hotel Capella, Singapura.
Di pertemuan itu
pula, Kim menegaskan kembali komitmennya untuk segera mewujudkan proses
denuklirisasi di wilayah Semenanjung Korea.
Berbalas hal yang
sama, Presiden AS, Donald Trump, juga mengeluarkan statemen terkait hal
tersebut, dimana AS akan memberikan jaminan keamanan pada Korut.
Ini tentu saja hal
yang sangat mengembirakan mengingat ketegangan yang sempat memuncak belakangan,
lebih lagi pernyataan Kim Jong Un,”sesaat lagi dunia akan menyaksikan perubahan
besar”, dinilai banyak pihak akan menjadi klimaks bagi berakhirnya perseteruan
nuklir AS-Korut, sekaligus melemaskan hubungan dua negara Semenanjung Korea,
Korsel dan Korut sendiri.
Seperti dilansir
dalam Channel News Asia, Selasa (12/6), berikut ini butir-butir penting dari
poin kesepakatan kedua negara.
1. AS dan Korut akan berkomitmen
penuh dalam hal hubungan sesuai keinginan rakyat kedua negara, demi mewujudkan
perdamaian sekaligus kesejahteraan.
2. Perdamaian abadi yang selama ini
diimpikan di Semenanjung Korea akan segera diwujudkan, berikut pembangunan
progressif bagi masing-masing negara di Semenanjung Korea.
3. Deklarasi Panmunjom, 27 April 2018
silam yang isinya Korea Utara berjanji akan menjalankan denuklirisasi di
Semenanjung Korea akan segera direalisasikan.
4. Sisa-sisa tahanan perang dari era
perang Korea antara AS dan Korut akan dikembalikan, yang sekaligus diikuti
langkah pemulangan terhadap para tahanan yang sudah teriidentifikasi.
Sebagai tindak
lanjut atas poin-poin kesepakatan diatas, kedua negara hendak melanjutkan
dengan pertemuan penandatanganan nota kesepahaman.
Selain pernyataan
dari Kim Jong Un yang menyatakan bahwa pertemuan tersebut berjalan sesuai
rencana sekaligus akan membawa dampak positif untuk kedua negara khususnya serta
perdamaian dunia umumnya, Donald Trump juga menyatakan persetujuan untuk
statement Kim Jong Un tersebut.
Trump berpikir
kalau, pertemuan tersebut berlangsung dengan sangat lancar sekaligus berjalan
dengan baik lebih dari yang diharapkan.
Menutup dengan
pernyataan yang mengembirakan, Kim berujar,”Ini adalah pertemuan bersejarah dan
Kami (Korea Utara) telah memutuskan untuk meninggalkan masa lalu. Untuk itu,
saya sampaikan hormat yang mendalam pada Presiden Donald Trump yang telah
menjadikan hal ini terwujud”. (sumber: merdeka.com)

No comments:
Post a Comment